DEALER SUZUKI BOGOR

Jln. Raya Jakarta-Bogor KM 47,3 Nanggewer, Bogor

Menu

Tipe dan harga IGNIS

TipeHarga
GL MT 161.000.000
GL AT 171.000.000
GX MT 180.000.000
GX AT 190.000.000

Deskripsi Mobil IGNIS

Kelebihan Ignis

  • Desain yang inovatif memberikan penyegaran di kelas city car
  • Platform Heartec yang banyak menuai pujian
  • Fiturnya lengkap -Mesin irit

 

Ignis bukanlah nama baru bagi Suzuki dan pasar otomotif dunia. Mobil jenis subcompact ini, beredar pertama kali pada 2000. Untuk pasar Eropa dan Australia diberi nama Ignis, tapi di Jepang menggunakan nama Swift karena menggantikan Suzuki Cultus atau Suzuki Esteem/Forsa/Amenity.

Suzuki sempat menghentikan produksi mobil ini pada 2004. Suzuki saat itu fokus menghidupkan nama Swift di Jepang maupun di Eropa. Beberapa tahun kemudian, atau tepatnya di Geneva Motor Show 2015, Suzuki memamerkan mobil konsep dinamai im-4.

Mobil im-4 itulah yang kemudan jadi Ignis saat ini. Dan generasi terbarunya, diluncurkan untuk pasar Jepang pada Januari 2016. Basis produksi tidak hanya di Jepang tapi juga di India di bawah naungan Maruti Suzuki. Ignis yang baru saja diluncurkan April 2017 di Indonesia, didatangkan utuh dari India.

Ignis, kian meneguhkan bahwa Suzuki Indonesia ingin kembali memperkuat segmen compact hatchback 1,2-liter mereka, sepeninggal Suzuki Splash. Desain eksterior dan interior menjadi kekuatan terbesar Ignis. Mobil ini dipasarkan dan bersaing dengan sejumlah lawannya seperti Honda Brio, Nissan March, Mitsubishi Mirage, Daihatsu Sirion dan Toyota Etios dan lainnya.

Memiliki 3 varian. Tipe terendah GL, awalnya hanya dipasangkan dengan transmisi manual 5-speed. Di GIIAS 2017, Suzuki varian GL dengan transmisi AGS (Auto Gear Shift). Tipe tertinggi GX memiliki dua pilihan transmisi, manual 5-speed dan AGS, sedari awal. Kedua varian utama, hanya dibedakan dari segi fitur dan tampilan belaka.

Fitur keselamatan dan keamanan tetap sama, seperti rem dengan sistem ABS+EBD+BA, dan dual airbags. Perbedaan dari eksterior dapat terlihat dari adanya roof rail dan fender hitam pada tipe GX yang menyiratkan aura sebuah SUV.

Headlampnya sudah menganut model LED projector lengkap dengan Daytime Running Light (DRL). Sedang tipe GL, masih berupa halogen biasa dan lebih minim ornamen krom di bagian depan.

Pilihan warna Ignis GX juga lebih banyak dan stylish. Ada tawaran warna dual tone di bagian atap dan spion. Warna tersebut bisa dipilih antara Midnight Black Pearl atau Arctic White Pearl, yang dipadukan dengan warna dasar Silky Silver, Uptown Red Pearl, Tinsel Blue Pearl Metallic, Glistering Grey Metallic, selain Midnight Black Pearl dan Arctic White Pearl.

Interior tipe GX juga komplet dan berani menawarkan fitur-fitur berbeda di level harganya. Misalnya, terdapat tombol pengatur audio di kemudi dan Multi Information Display (MID) yang lengkap.

Headunit 2-DIN, rapi terintegrasi pada dashboard. Jika merasa kuno dengan model head unit seperti itu, ada opsional head unit monitor layar sentuh yang juga memiliki fasilitas lengkap. Model pengaturan AC tampil keren berupa tombol-tombol dan layar digital. Lengkap juga dengan climate control plus heater yang memudahkan dalam pengaturan suhu kabin.

Di tipe GX, tak perlu lagi memasukkan anak kunci untuk menghidupkan mesin. Ada keyless entry, cukup diletakkan di dalam kantong dan dapat mengakses ke dalam kabin dengan hanya menekan tombol hitam di gagang pintu. Sistem alarm dan immobilizer memastikan mobil tetap aman dari tangan pencuri.

Dengan beragam kelebihan yang ada, Suzuki membanderol Ignis dengan harga sangat kompetitif. Suzuki Ignis GL sebagai varian terendah dihargai Rp 139,5 juta, kemudian Ignis GX MT senilai Rp 159,5 juta dan Ignis GX AGS sebesar Rp 169,5 juta. Di GIIAS 2017 lalu, Suzuki memberikan varian baru yaitu Ignis GL dengan transmisi AGS. Harganya 149,5 juta. Tak pelak, pesanan Ignis langsung meroket, dan Suzuki kini bisa lebih percaya diri di pasar otomotif Indonesia.

Tanggal 26 Januari 2018, Ignis menggebrak lagi dengan hadirnya varian Sport Edition. Ini adalah varian berbasis Ignis GL, yang ditambahkan aksesori berupa spoiler di sekeliling eksterior, lampu dengan DRL. Sedangkan interiornya, dibekali layar sentuh multimedia.

 

Eksterior

Desain eksterior akan menjadi kunci kekuatan Ignis untuk menggaet pembeli dari kalangan muda. Dimensi kompak Ignis disiasati ground clearance setinggi 180 mm agar tampil ala crossover. Sehingga Suzuki menekankan bahwa Ignis bukanlah city car biasa, melainkan urban SUV. Wajah depan cukup atraktif dengan grille ekstra besar yang seolah melahap headlamp. Desain serba mengotak namun tetap dinamis, untuk mencirikan ketangguhan sebuah SUV. Ciri khas lainnya dapat dilihat dari over fender plastik hitam yang mengelilingi spakbor di tipe GX.

Sementara tampilan belakang sangat terinpirasi bokong Suzuki Fronte Coupe yang merupakan nenek moyang dari Suzuki Alto. Bagian ini tampaknya bukan selera semua orang karena terkesan kuno. Namun aliran berubah menjadi retro untuk menghadirkan sisi atraktif dan mengundang komentar. Desain interior juga tampil unik dan menarik. Terutama dari desain tombol-tombol di center stack, pusat infotainment, dan panel-panel yang sewarna bodi. Ya, warna didominasi hitam dan ivory, namun diselingi warna bodi eksterior di konsol tengah dan pintu. Melihat dimensinya yang kompak, tentu pesimis kabin akan terasa lapang. Ternyata tidak, legroom dan headroom masih tersisa cukup banyak untuk pengemudi dan penumpang setinggi lebih dari 180 cm.

Tapi yang paing menyenangkan adalah, bentuk IGnis ini enak untuk dimodifikasi. Coba saja lihat di laman media sosial, banyak pengguna Ignis yang melakukan sentuhan modifiakasi dan hasilnya enak dilihat.

 

Mesin & Konsumsi BBM

Suzuki Ignis mengusung mesin dengan kode K12M yang merupakan pengembangan lebih lanjut dari mesin K12B seperti terdapat di Suzuki Splash. Dengan konfigurasi 4-silinder, memiliki getaran lebih halus dibanding mesin 3-silinder Nissan March maupun Mitsubishi Mirage. Tenaga dihasilkan tidaklah terlampau besar, yaitu 83 PS pada 6.000 rpm dan torsi 113 Nm pada 4.200 rpm. Jumlah tenaga memang masih kalah jika diadu dengan mesin L12 milik Brio atau mesin 3NR-VE milik Agya dan Ayla terbaru. Namun sangat cukup untuk pemakaian harian di perkotaan yang padat dan tetap efisien.

Pilihan transmisi ada dua yaitu manual 5-kecepatan dan Automated Manual Transmission (AMT) 5-kecepatan yang diberi nama Auto Gear Shift (AGS). Ya, transmisi AGS yang sudah lebih dulu hadir di Suzuki Karimun Wagon R. Pada dasarnya transmisi manual yang diberi modul agar dapat melakukan perpindahan secara otomatis tanpa adanya pedal kopling. Jangan samakan dengan transmisi matik konvensional torque converter. Perlakuannya pun seharusnya sedikit dibedakan untuk mendapat manfaat sesungguhnya dari transmisi model ini.

Yang pasti, mesin ini tergolong irit bahan bakar. Terbukti dari hasil pengujian BT2MP-BPPT, konsumsi bahan bakar Ignis mencapai 23,64 km/liter untuk transmisi manual dan 23,44 km/liter untuk transmisi AGS.

 

Pengereman

Fitur keselamatan dan keamanan menjadi perhatian penting untuk dihadirkan pada Ignis. Sistem pengereman sudah dilengkapi Anti-Lock Braking System (ABS), Electronic Brakeforce Distribution (EBD) dan Brake Assist (BA). Fitur keselamatan pasif seperti Dual SRS Airbag dan sabuk pengaman dengan pretensioner dan force limiter sudah menjadi kelengkapan standar di semua tipe.

Untuk mencegah dicuri menggunakan kunci duplikat, ada fitur immobilizer yang membuat mesin tak dapat dihidupkan tanpa menggunakan kunci aslinya. Kemudian untuk keselamatan bayi dan balita Anda, jok standar Ignis sudah terintegrasi dengan ISOFIX di bagian belakang.

Mobil Tipe Lain